pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
bisnis

MedcoEnergi Rinci Strategi Efektif Mengatasi Volatilitas Harga Minyak Dunia

Jakarta – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) telah mengungkapkan langkah-langkah yang diambil untuk menghadapi volatilitas harga minyak global yang diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang tahun ini.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Amri Siahaan, Direktur dan Chief Operating Officer MedcoEnergi, dalam sebuah sesi paparan publik yang diselenggarakan secara daring di Jakarta pada Rabu, 9 September 2026.

“Apabila harga minyak tetap rendah, kami memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan biaya produksi dan tentunya akan mengatur kembali kegiatan eksplorasi kami,” ujarnya.

Amri mengungkapkan bahwa struktur biaya produksi MedcoEnergi cukup seimbang, di mana 55 persen dari total produksi mengikuti harga pasar untuk kontrak ekspor, sementara 45 persen lainnya dijual berdasarkan harga tetap untuk kontrak domestik.

“Dalam hal kontrak domestik, sebagian besar harganya bersifat tetap. Sementara untuk kontrak ekspor, harganya mengikuti kondisi pasar. Dengan demikian, kami secara alami menerapkan strategi natural hedging, sehingga kami dapat menghadapi fluktuasi harga pasar dengan baik dan seimbang,” tambahnya.

Selanjutnya, Amri menjelaskan bahwa terdapat skema pemulihan biaya operasi (cost recovery) yang berlaku untuk kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC). Sistem ini dianggap dapat memberikan stabilitas keuangan bagi para kontraktor dibandingkan dengan skema jual-beli murni atau gross split.

“Pada PSC yang menerapkan skema cost recovery, yang khususnya diterapkan di Tanah Air, memungkinkan pemulihan biaya operasi sebelum pembagian hasil. Dengan cara ini, dampak dari volatilitas harga dapat diminimalkan, dan semua aspek dapat berjalan seimbang,” jelas Amri.

Di sisi lain, pada hari Rabu, harga minyak mentah mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi di kawasan Timur Tengah.

Kontrak berjangka untuk harga minyak mentah Brent tercatat meningkat sebesar 1,55 persen menjadi 99,44 dolar AS per barel. Sementara itu, kontrak berjangka untuk minyak patokan AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Oktober, juga menunjukkan kenaikan sebesar 1,75 persen menjadi 94,66 dolar AS per barel.

➡️ Baca Juga: Korban Tewas Perang Akibat Serangan AS-Israel di Iran Mencapai 926 Orang

➡️ Baca Juga: Netanyahu Sebut Mojtaba Khamenei “Boneka IRGC” karena Tak Berani Muncul ke Publik

Related Articles

Back to top button