4 OTK Bersenjata Samurai Serang Polisi di Papua, Aipda Agus Dapat Serangan Parah

Aipda Agus Sugianto, seorang anggota Polsek Kamu dari Polres Dogiyai, menjadi korban serangan brutal oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK). Insiden ini terjadi saat Agus sedang mengendarai sepeda motor dalam perjalanan menuju Mapolsek Kamu di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.
Peristiwa yang mencengangkan ini berlangsung pada Rabu, 30 September 2026. Agus secara tiba-tiba dihadang oleh empat orang di depan gapura yang terletak dekat SMA Negeri 2 Moanemani, yang berada di Kampung Mauwa, Distrik Kamu.
Keempat pelaku diduga dilengkapi dengan senjata tajam jenis samurai. Dalam serangan itu, dua dari mereka langsung menyerang Agus dengan menggunakan senjata tajam tersebut secara agresif.
Akibat serangan yang brutal tersebut, Agus mengalami luka parah di bagian tangan dan terjatuh ke jalan. Dalam keadaan yang sangat rentan, para pelaku kembali menyerang berbagai bagian tubuhnya, termasuk tangan dan kakinya, sehingga membuatnya tak berdaya.
Setelah melakukan tindakan penganiayaan, keempat pelaku dengan cepat melarikan diri dari lokasi kejadian. Sementara itu, Agus mendapatkan pertolongan medis yang segera sebelum dievakuasi ke Kabupaten Paniai untuk perawatan lebih lanjut.
Polda Papua Tengah dan Polres Dogiyai kini tengah memburu keempat pelaku tersebut. Tim kepolisian terus berupaya mengungkap identitas dan motif di balik serangan yang ditujukan kepada anggota Polsek Kamu ini.
Komisaris Polisi Henry J. Manurung, sebagai Pelaksana Tugas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Tengah, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dengan melibatkan tim gabungan.
“Tim dari Ditreskrimum Polda Papua Tengah, bersama Polres Dogiyai, terus bekerja keras untuk mengungkap kasus ini. Kami berfokus pada identifikasi dan penangkapan para pelaku,” ungkap Henry.
Selain mengejar para pelaku, pihak kepolisian juga mendalami motif yang melatarbelakangi penganiayaan ini. Setelah menerima perawatan di Paniai, kondisi Agus mengharuskannya mendapatkan perawatan lebih intensif di Jayapura.
Pada hari Kamis, 1 Oktober 2026, Agus dievakuasi dari Paniai menuju Kota Jayapura dengan menggunakan pesawat. Setibanya di Jayapura, ia langsung dibawa untuk mendapatkan perawatan medis di RS Bhayangkara.
Proses evakuasi tersebut dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Asep Sayidi Wijaya, bersama Kapolres Dogiyai, Kompol Dr. Pieter Kendek.
Henry menambahkan bahwa evakuasi ini dilakukan atas instruksi Kapolda Papua Tengah untuk memastikan Agus menerima penanganan medis yang diperlukan setelah mengalami luka akibat penganiayaan yang parah.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai kejadian tersebut, maupun keberadaan orang-orang yang diduga terlibat dalam insiden ini, untuk segera melapor agar bisa segera ditindaklanjuti.
➡️ Baca Juga: Strategi Efisien Penghematan Energi untuk Permainan Badminton Jangka Panjang
➡️ Baca Juga: AIO 240mm di Case 8L, Tipis 38mm Pakai Fan 12mm & Radiator 20mm




