happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Awal Mula Pencopotan Listyo Sigit dan Kasus Besar Selama Menjabat Kapolri

Jakarta – Baru-baru ini, berita mengenai pencopotan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri telah mengejutkan banyak kalangan. Publik pun banyak yang penasaran mengenai latar belakang dan proses yang mengarah pada pencopotan tersebut.

Menurut penjelasan dari Habiburokhman, pimpinan DPR telah menerima Surat Presiden (Surpres) dari Presiden Prabowo Subianto dengan nomor R57/Surpres/09/2026 yang tertanggal 30 September 2026.

Surpres tersebut mengandung usulan untuk memberhentikan Listyo Sigit Prabowo dari posisinya sebagai Kapolri serta mengusulkan penggantian jabatan tersebut.

“Pada pagi hari ini, pimpinan DPR memperoleh Surpres yang ditujukan kepada Ketua DPR dengan nomor R57/Surpres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 tentang usulan pemberhentian dari jabatan Kapolri dan pengangkatan pejabat baru,” kata Habiburokhman dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026).

Selain itu, Habiburokhman juga menyampaikan bahwa Suyudi, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), adalah calon Kapolri yang akan mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

Komisi III DPR kemudian diberi tugas untuk melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi sebagai calon yang diusulkan.

Sementara itu, meskipun proses pencopotan sedang berlangsung, Listyo Sigit terlihat menghadiri acara kenegaraan di Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada hari yang sama.

Ia tampak mengikuti upacara dari dekat mimbar, berdampingan dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Luar Negeri Sugiono.

Listyo juga terlihat berinteraksi dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka sebelum resmi dicopot dari jabatannya.

Momen jabat tangan antara mereka terjadi setelah mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung pada Kamis (1/10/2026).

Tak hanya itu, Listyo juga mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila sekaligus meresmikan renovasi Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada hari yang sama.

Perlu diketahui, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dilantik sebagai Kapolri sejak Januari 2021 dan masa jabatannya berakhir pada 1 Oktober 2026.

Selama menjabat, Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak terlepas dari berbagai kasus besar yang mempengaruhi citra Polri. Lantas, apa saja kasus-kasus besar yang terjadi selama masa kepemimpinannya?

1. Kasus Pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo

Kasus kematian Brigadir J menjadi viral di media sosial dan media massa, menciptakan sorotan publik yang signifikan pada Juli 2022.

Kematian tersebut menarik perhatian luas dan membuat instansi Polri berada di bawah sorotan tajam, dengan banyak kritik yang dilontarkan kepada lembaga tersebut.

➡️ Baca Juga: Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026: Inovasi Berkelanjutan dari Limbah Plastik dan Tekstil

➡️ Baca Juga: Guru Besar Usul Hukum Kepailitan Menawarkan Solusi untuk Stabilitas Ekonomi Nasional

Related Articles

Back to top button