Ribuan Pesepakbola Putri Cilik Siap Unjuk Kemampuan Menuju Target Piala Dunia 2035

Persaingan yang ketat antara pesepakbola putri cilik berlangsung di Tangerang dan Semarang. Selama periode 1-6 September 2026, empat tim berhasil meraih gelar juara setelah melewati serangkaian pertandingan yang menantang.
Di Tangerang, SDN Pinang 3 berhasil meraih juara kategori Usia (KU) 10, sementara SDN Kunciran 8 tampil sebagai juara di kategori KU 12.
Sementara itu, di Semarang, SDN Kembangarum 2 mencatatkan prestasi terbaik di kategori KU 10, dan MI Pagersari-Patean meraih gelar juara di kategori KU 12.
Kompetisi sepak bola putri usia dini ini diikuti oleh ribuan atlet muda yang sangat antusias. Di Tangerang, tercatat sebanyak 1.037 pemain dari 57 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) yang berpartisipasi.
Sebanyak 24 tim bersaing di kategori KU 10, sedangkan untuk kategori KU 12 terdapat 73 tim yang ikut ambil bagian. Pertandingan berlangsung di Stadion Kera Sakti dan Stadion Mini Cisauk yang terletak di Tangerang, Banten.
Di Semarang, total peserta mencapai 1.091 atlet dari 63 SD dan MI, dengan 35 tim berkompetisi di KU 10 dan 67 tim di KU 12.
Pertandingan di kota ini diadakan di Stadion Universitas Diponegoro dan Lapangan Arhanud Jatingaleh, yang menjadi lokasi pertandingan yang menegangkan.
Ajang ini merupakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2026-2027 yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife. Kompetisi ini berfungsi sebagai platform pengembangan bagi pesepakbola putri cilik di Indonesia.
Musim ini, MLSC memperluas jangkauan dengan menambahkan tiga kota baru ke dalam programnya, yaitu Jakarta Jaya (Jakarta Utara), Garut, dan Jayapura.
Teddy Tjahjono, Direktur Program MilkLife Soccer Challenge, menegaskan bahwa keberlanjutan kompetisi ini sangat penting dalam memperkuat pengembangan sepak bola putri dari tingkat dasar.
“Kehadiran tiga kota baru ini adalah langkah konkret kami untuk menjangkau lebih banyak bakat dan meningkatkan minat anak-anak terhadap sepak bola sejak usia dini. Target kami tetap sama, yaitu mengantarkan timnas putri Indonesia ke Piala Dunia Wanita 2035,” ungkap Teddy.
Ia juga mengungkapkan apresiasinya terhadap meningkatnya jumlah peserta di awal musim ini. Di Semarang, sembilan sekolah baru bergabung, sementara di Tangerang terdapat tambahan empat sekolah yang berpartisipasi.
Menurut Teddy, pertambahan jumlah peserta ini membuat kompetisi semakin kompetitif. Hal ini juga memberikan kesempatan lebih luas bagi para pemain untuk memamerkan kemampuan mereka di lapangan.
“Yang paling menggembirakan adalah kita dapat menyaksikan karakter pemain yang semakin beragam dibandingkan dengan edisi sebelumnya. Ini menandakan bahwa pasokan pemain dari tingkat grassroot tidak akan pernah kekurangan,” tuturnya.
➡️ Baca Juga: Zeda Salim Konfirmasi Masih Berhijab, Terkadang Dilepas Karena Kewajiban Pekerjaan
➡️ Baca Juga: Printer HP Smart Tank 580: Solusi Cetak Praktis Melalui Smartphone Anda




