Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
bisnis

MPMX Laba Rp462 Miliar di 2025, Alami Penurunan 19 Persen Akibat Tekanan Konsumsi

Jakarta – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) telah merilis laporan keuangan tahunan untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit, menunjukkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp16,2 triliun dan laba bersih sebesar Rp462 miliar. Angka ini mencerminkan penurunan laba sebesar 19 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang dipengaruhi oleh penurunan kondisi konsumsi domestik serta dinamika makroekonomi yang berlangsung sepanjang tahun.

Perusahaan mengungkapkan bahwa baik pendapatan maupun laba bersih mengalami penurunan, masing-masing sebesar 1 persen dan 19 persen secara tahunan (YoY). Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh normalisasi di berbagai segmen bisnis setelah periode pertumbuhan yang kuat sebelumnya.

Dalam hal kinerja operasional, laba bruto tercatat sebesar Rp1,36 triliun, mengalami peningkatan 1,7 persen dengan marjin laba bruto yang meningkat menjadi 8,4 persen. Namun, kenaikan biaya operasional dan penurunan kontribusi laba dari entitas asosiasi telah memberikan tekanan pada laba usaha yang tercatat sebesar Rp674 miliar, turun 2,3 persen.

Di sisi lain, kinerja segmen bisnis MPMX menunjukkan variasi yang signifikan. Distribusi dan ritel kendaraan roda dua melalui MPMulia mencatat pendapatan sebesar Rp15,2 triliun, menurun 2 persen YoY, dengan total penjualan distribusi mencapai 699 ribu unit. Sementara itu, bisnis ritel MPMotor berhasil menjual 187 ribu unit, dan segmen aftermarket mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.

Segmen asuransi MPMInsurance berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp927,8 miliar, meningkat 1,6 persen YoY, dengan laba bersih yang melonjak hingga 69,7 persen, didorong oleh pertumbuhan hasil investasi yang mencapai 45 persen. Segmen rental, MPMRent, tetap stabil dengan tingkat utilisasi armada mencapai 92 persen dari total sekitar 15.000 unit.

Dalam perkembangan lainnya, AUKSI mencatat penjualan mobil bekas sebanyak 4.000 unit, meningkat 6 persen YoY, sementara Jaccs MPM Finance Indonesia masih mengalami kerugian sebesar Rp437 miliar, meskipun angka tersebut menunjukkan perbaikan 53 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Suwito Mawarwati, Group Chief Executive Officer MPMX, mengungkapkan bahwa tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan. “Secara keseluruhan, tahun ini adalah tahun yang dinamis dan menantang dalam operasional, dengan kinerja keuangan yang tidak sebaik capaian tahun 2024,” ujarnya dalam siaran pers pada Rabu, 1 April 2026.

Dia menambahkan bahwa dinamika pasar tahun ini dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, termasuk tekanan terhadap daya beli masyarakat, tingkat suku bunga yang tetap tinggi, serta moderasi dalam pertumbuhan konsumsi domestik.

Kondisi ini, menurutnya, tercermin dalam melambatnya pertumbuhan di beberapa sektor yang terkait dengan konsumsi, termasuk industri otomotif roda dua dan pembiayaan konsumen.

➡️ Baca Juga: Panggilan Bengkel untuk Ribuan Suzuki Burgman 125 EX Terkait Masalah Rem Belakang

➡️ Baca Juga: BMKG Mengonfirmasi Gempa di Sulut Termasuk dalam Kategori Megathrust

Related Articles

Back to top button