BMKG Konfirmasi Tidak Ada Deteksi Abu Vulkanik di 4 Bandara Termasuk Soekarno-Hatta

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa hasil pengamatan menunjukkan tidak adanya deteksi partikel abu vulkanik di empat bandara yang terpengaruh oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.
Keempat bandara yang dimaksud adalah Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Budiarto di Banten, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa hasil pemantauan ini diperoleh melalui metode paper test, yaitu dengan menggunakan selembar kertas khusus untuk mendeteksi keberadaan abu vulkanik di area bandara.
Di Bandara Soekarno-Hatta, hasil paper test menunjukkan hasil negatif secara konsisten selama empat kali berturut-turut. Ini mengindikasikan bahwa bandara internasional yang melayani rute penerbangan dari dan menuju Jakarta tersebut bebas dari debu vulkanik.
“Ada empat bandara yang hasil pengamatan paper test-nya menunjukkan negatif, yaitu Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Budiarto di Curug. Untuk Soekarno-Hatta, hasil negatif telah diperoleh empat kali berturut-turut, yang berarti tidak ada debu vulkanik terdeteksi,” kata Teuku dalam Rapat Terbatas mengenai penanganan bencana di Jakarta pada Senin, 7 September 2026.
Ia menambahkan bahwa hasil pemantauan ini akan terus disampaikan kepada otoritas terkait, termasuk Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) di Darwin, Australia. Hal ini dimaksudkan agar peringatan dini untuk keselamatan penerbangan atau Significant Meteorological Information (SIGMET) dapat segera diperbaharui.
Teuku juga menekankan bahwa hasil paper test ini dapat dijadikan acuan bagi Kementerian Perhubungan dan pihak pengelola bandara untuk mempertimbangkan pembukaan kembali operasional secara bertahap di keempat lokasi tersebut.
Sementara itu, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan meskipun hasil paper test di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan hasil negatif, pemerintah belum berencana untuk segera membuka kembali operasional bandara tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kondisi penerbangan benar-benar aman.
Dudy juga mengingatkan bahwa masih ada kemungkinan perubahan arah angin yang dapat membawa kembali partikel abu vulkanik ke bandara-bandara yang terdampak.
“Kami ingin memastikan segala sesuatunya aman sebelum memutuskan untuk membuka kembali Bandara Soekarno-Hatta atau bandara lain di sekitar Gunung Anak Krakatau,” ungkap Dudy.
➡️ Baca Juga: BRI Tingkatkan Pembiayaan Berkelanjutan, Portofolio Sustainable Loans Capai Rp811,9 Triliun
➡️ Baca Juga: BNPB Rilis Informasi Terbaru Gempa NTT, Total Korban Meninggal Mencapai 68 Orang




